Ini adalah postingan perdana di blog milik istri saya. Tulisan ini masih terkait dengan kontes SEO Century 21 broker properti jual beli sewa rumah Indonesia yang sedang berlangsung selama beberapa bulan. Saya meminta istri untuk mengikuti kontes SEO ini bertujuan untuk praktek edukasi SEO yang selama ini dia dapatkan.
Tak disangka memang, blog yang lama tidak diurus ini lumayan mampu bersaing di SERP, ditengah-tengah gempuran blog master SEO lainnya, walaupun posisi SERP tidak bisa dipastikan pada posisi yang aman. Pada akhirnya, saya memutuskan untuk ikut mensupport optimasi SEO untuk blog ini pada Kontes SEO Century 21 Broker Properti Indonesia.

Menilik sebagian kompetitor, ada sebagian yang menggunakan teknik redirect 301 untuk optimasinya. Sebenarnya tidak masalah sih, selagi Google tidak mem-penalty teknik ini, artinya, teknik ini aman digunakan. Namun melihat kontestan tadi, agak mengecewakan juga, pemakaian redirect 301 ini dipakai diluar batas normal, sebagaimana tujuan teknik ini diciptakan. (jika belum paham apa itu redirect 301, silahkan baca di link rujukan dibawah artikel ini)
Oke, begini penjelasannya. Redirect 301 adalah memindahkan url secara permanen (tahu kan artinya permanen? yup, selama-lamanya, kalau sudah di redirect maka selamanya tidak akan diubah). Url lama diredirect ke url baru, untuk mengatakan kepada Google bahwa secara permanen, url A dipindahkan ke url B. Namun yang dilakukan sebagian kontestan di kontes SEO ini, dia me-redirect url (konten untuk kontes SEO lainnya) ke konten kontes SEO yang dia ikuti saat ini. Ini menimbulkan masalah karena konten yang di redirect benar-benar berbeda dari url target redirect, baik dari segi judul, tema, dan konten itu sendiri. Artinya, dia memindahkan konten yang sama sekali berbeda kepada konten yang dia ikuti. Ini jelas menipu visitor, saat dia ingin membaca konten tertentu, dia dipaksa dipindahkan ke konten lain yang sama sekali tidak dia duga/inginkan.
Saya sendiri juga pernah melakukannya, namun sudah memutuskan untuk berhenti menggunakan cara tersebut. Saya tidak ingin mendapatkan keuntungan dari cara-cara yang ‘tidak etis‘ untuk kepentingan pribadi. Akhir kata, itu terserah kalian, menjadi seorang SEO’er yang idealis, atau SEO’er yang oportunis.
Referensi : http://xn--nisarengga-9d1g.blogspot.com/2012/01/redirect-301-dan-optimasi-seo.html
--Iklan--







